Minggu, 27 Mei 2012

TUGAS BU INDRATI KUSUMA NINGRUM



BAB I

                 1.BEBERAPA TEORI BELAJAR
A.      Teori belajar Koneksionisme oleh Edward Lee Thondike (1874 – 1949)
Belajar merupaka peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus dengan respon. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.
B.      Teori Percakapan ( Conversation Theory) oleh Andrew Gordon Pask
Belajar itu terbentuk dari organisme hidup dan mesin. Ide dasar dari teori ini adalah bahwa pembelajaran itu terjadi melalui percakapan tentang subyek yang berfungsi untuk membuat pengetahuan eksplisit.
C.      Teori Konstruktivisme oleh JeromeS.Bruner
Gagasan belajar sebagai suatu proses aktif dimana mereka belajar mampu membentuk ide-ide baru berdasarkan apa pengetahuan mereka saat ini  serta pengetahuan masa lalu mereka.
D.     Teori Disonansi Kognitif oleh Leon Festinger
Orang mengalami ketegangan atau ketidaknyamanan ketika keyakinan mereka tidak sesuai dengan perilaku mereka. Orang cendrung mencari konsistensi dalam keyakinan mereka dan persepsi. Ketika ada perbedaan antara keyakinan atau perilaku, sesuatu harus berubah dalam rangka untuk menghilangkan atau mengurangi disonansi, yang diartikan adalah sebuah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan itu,
E.      Teori Minimalis ole JM. Carroll
Untuk meminimalkan sejauh mana materi pembelajaran menghambat belajar dan fokus pada kegiatan desain yang mendukung kegiatan belajar diarahkan dan prestasi
F.       Teori Fungsional Konteks oleh T.Stitch
Pembelajaran yang menekankan perkembangan kognitif,belajar, serta instruksi yang berlawanan dengan teori-teori yang memepertahankan bahwa hasil perkembangan kognitif atau intelektual dalam cara yang telah ditetapkan melalui serangkaian tahapan atau fase yang mirip dengan pertumbuhan embriologis dan relatif independen dari konteks lingkungan dimana orang itu hidup.
G.     Teori Multiple Intelligense oleh Dr.Howard Gardner
Semua manusi terlahir dengan potensi dan kecerdasan yang sama. Sementara faktor lingkunganlah yang dapat menciptakan kecerdasan-kecerdasan yang beragam-ragam.
H.     Teori Epistemologi Genetik oleh Jean Pieget
Studi tentang bagaimana anak memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pengetahuan mereka sendiri.
I.        Teori Berpikir Lateral ( Lateral Thinking) ole Dr.Edward De Bono
Berkaitan dengan pembangkitan gagasan baru dan berkaitan pula dengan pendobrakan penjara konsep gagasan lama.Berpikir lateral membuka alternatif ancangan di setiap tahapan atau proses berpikir.Berpikir lateral bersifat generatif
J.        Teori Level Of Processing oleh Fergus Ian Muirden Craik
Semakin dalam pemprosesan informasi selama belajar, semakin kuat ingatan pada yang dihapal, pengolahan akan otomatis tergantung pada fokus perhatian pada tingkat tertentu.
K.      Teori Belajar Situasi oleh Jean Lave
Teori belajar yang tidak sengaja atau bukan disengaja. Pengetahuan perlu disajikan dalam konteks nyata, yaitu pengaturan dan aplikasi yang sebenarnya akan melibatkan pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan membutuhkan interaksi social dan kolaborasi.
L.       Teori Pengembangan Sosial oleh Lev Vygotsky
Pengetahuan terbentuk sebagai akibat dari interaksi sosial dan budaya seorang anak, baik pengetahuan spontan dan pengetahuan ilmiah.
M.   Teori ATI (Aptitude Treatment Interaction) oleh Lee Cronbach
Model ataupun produk desain pembelajaran yang secara sengaja didesain dan dikembangkan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa dalam rangka mengoptimalkan prestasi akademik.
N.     Teori Elaborasi oleh Charles Reigeluth
Suatu pembelajaran akan disebut tercapai apabila anak didik bisa mempelajari,memahami,mengaplikasikan dan bisa mempraktekkan apa yang telah didapatkannya dari pendidik. Konsep pembelajaran bahwa mengenai desain pembelajaran dengan dasar argumen bahwa pelajaran harus diorganisasikan atau dirangkum dalam beberapa materi.
O.     Teori Cognitive Flexibility oleh R,Spiro
Kemampuan untuk merenstruksikan pengetahuan dalam berbagai cara tergantung pada kebutuhan situasional yang berubah yaitu kesulitan atau kompleksitas situasi.
P.      Repair Theory oleh Kurt Van Lehn
Usaha untuk menjelaskan bagaimana orang belajar sesuai dengan pola atau cara yang ada dengan memperhatikan bagaimana dan mengapa mereka membuat kesalahan dalam mengerjakan sesuatu.
Q.     Teori Operational Conditioning oleh B.F Skinner
Belajar adalah fungsi dari perubahan perilaku yang terbuka,Prubahan perilaku adalah hasil dari respons individu untuk kejadian (stimuli) yang terjadi di lingkungan.
R.      Teori Atribusi oleh Bernard Weiner
Upaya-upaya yang dilakukan untuk memahami penyebab-penyebab perilaku diri sendiri dan orang lain seperti kemampuan,usaha,tugas, dan kemujuran.




2.BEBERAPA TEORI MEDIA
A.      Schramm ( 1977)
Media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
B.      Briggs (1977 )
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi  pembelajaran.
C.      National Education Associato ( 1969 )
Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang – dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
D.     Brown ( 1973 )
Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran.
E.      EACT dikutip Rohani ( 1977 )
Media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi.
F.       Djamarah ( 1995 )
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
G.     Gagne
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
H.     Martin dan Briggs ( 1986 )
Media adalah semua mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa.
I.        Purnawati dan eldarni ( 2001)
Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar.
J.        Dinje Borman Rumpuk ( 1988 )
Media pengajaran adalah setiap alat baik softwaremaupun handware yang dipergunakan sebagai  media komunikasi dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

BAB II
ANALISIS SITUASI

1.      Analisis Siswa
a.      Siswa SMKN 2 Pekanbaru
b.      Kelas XI TKJ 1
c.       Jumlah siswa 30 orang, laki-laki 18 orang dan perempuan 12 orang
d.      Usia rata-rata 17 tahun
e.      Ekonomi menengah ke atas
f.        Kemampuan menengah ke atas artinya 80%  kemampuan diatas rata-rata
g.      Motivasi belajarnya tinggi
h.      Kemauan belajar tinggi terlihat dari tugas yang diberikan selalu dikerjakan.
2.      Tujuan belajar disesuikan dengan Standar Kopetensi dan kompetensi dasar. Setiap siswa diharapkan mempunyai tujuan mengapa dia belajar atau untuk apa dia mengikuti pembelajaran yaitu mata pelajaran matematika yang diberikan.

3.      Memilih media yang digunakan.
Media yang digunakan saat proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media komputer dan infokus  dengan penggunaan power point dan animasi,supaya siswa jangan monoton dan menarik untuk siswa memeperhatikan pelajaran yang diberikan.
4.      Yang harus disediakan adalah komputer. Infokus . ruangan belajar yang tenang dan nyaman.
5.      Siswa ikut berpartisipasi dengan menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti penyambungan listrik serta menghidupkan infokus .
6.      Evaluasi.
Setelah selesai proses belajar mengajar  kepada siswa diminta utuk mengerjakan beberapa soal sebagai umpan balik dari kegiatan pembelajaran tersebut.


BAB III
MEDIA KOMPUTER DENGAN POWER POINT  DAN ANIMASI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan      : SMK
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : XI / Genap
Pertemuan ke              :
Alokasi Waktu            :  4 x 45  menit ( 1 x pertemuan )      
Standar Kompetensi  :   Menerapkan Perbandingan,fungsi,Persamaan dan Identitas Trigonometri
                                             dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar       :  Mengkonversi koordinat Kartesius dan Koordinat Kutub.
Indikator                      : 1. Menjelaskan Koordinat Kartesius
                                       2. Menjelaskan Koordinat Kutub.
                                       3. Menghitung Koordinat Kartesius
                                      4. Menghitung Koordinat Kutub
                                      5. Mengkonversi Koordinat Kartesius dan koordinat kutub
                  
A.    Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1.      Menjelaskan pengertian Koordinat Kartesius dan Koordinat Kutub
2.      Menggambar letak titik pada koordinat kartesius dan koordinat kutub.
3.      Mengkonversi koordinat Kartesius ke koordinat kutub atau sebaliknya.
             
    B. Materi Pokok : Koordinat Kartesius dan Koordinat kutub.

   C. Model dan Metode Pembelajaran
   Model  : Pembelajaran Langsung
   Metode: Demonstrasi, Ceramah,  Tanya Jawab, dan Pemberian Tugas.

  D. Kegiatan Pembelajaran
  1. Kegiatan Awal : - Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                                - Memotivasi  peserta didik dengan memberi penjelasan tentang  pen-
                              tingnya mempelajari materi ini 
                                   
2. Kegiatan Inti
·         Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
Ø  Guru dan peserta didik dapat memberikan contoh bidang dataran
Ø  Guru melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/materi yang akan dipelajari.
Ø  Guru menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang lain.
Ø  Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antara peserta didik serta antara peserta didik  dengan guru, lingkungan, dan suber belajar lainnya 
Ø  Guru melibatkan peserta didik  secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran

·         Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik baik dalam diskusi maupun dalam pemberian tugas untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis.
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.
Ø  Peserta didik mengerjakan beberapa soal.
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik  lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok.
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok.
·         Konfirmasi
Dalam kegiata konfirmasi :                          
Ø  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan,tulisan,isyarat maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik.
Ø  Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.
Ø  Guru memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar :
ü  Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta-peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar.
ü  Membantu menyelesaikan masalah
ü  Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi.
ü  Memberi informasi untuk berekspolarasi lebih jauh.
ü  Memnerikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berfartisipasi aktif.
      
C. Kegiatan Akhir
       1. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari.
       2. Guru memberi pekerjaan rumah
       3. Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama dan memberi salam kepada siswa
    
E. Sumber Belajar
- Buku teks matematika untuk SMK kelas XI semester II Yudhistira
- Lembar Terbimbing
- Soal yang diberikan guru pada kartu dan soal lanjutan

F. Penilaian
a. Jenis Tagihan  : tes tertulis                                                                                                                                                                    b. Teknik             : Lisan dan tertulis
c. Bentuk          : Uraian obyektif






 


















 
Mengetahui                                                                                                                             Pekanbaru, Mei 2012

  Kepala SMKN 2 Pekanbaru                                                                                                   Guru  mata  pelajaran



  DR,H.Syahril Spd.MM                                                                                                                 Mairustuti
  NIP 1956 12311982031430                                                                                               NIP.196610221992032003  


















                                                                                    DAFTAR PUSTAKA



Dahar,K.W.1988 Teori-teori Belajar Jakarta: P2LPTK
Daly, Dennis. (1996) Teori Belajar Teori atribusi dan Plafon Kaca: Pengembangan Karir Karyawan antara Federal. Publik Administrasi & Manajemen: Sebuah Jurnal interaktif
Joy A. Palmer (ed) 50 Pemikir Pendidikan dari Paget sampai Masa Sekarang
Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar
































0 komentar:

Poskan Komentar

 
>